Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah

by Ahmad Wafa Aminudin , at 8:39 AM
Selamat Tahun Baru Islam Untuk yang Merayakan - yoshiewafa - Sekarang ini pada waktu artikel ini ditulis tanggal 24-10-2014 merupakan tahun baru umat islam 1 Muharram 1436 Hijriyah. Kalau orang jawa biasa menyebutnya dengan tanggal 1 Suro atau awal bulan Suro, biasanya banyak diadakan acara di masjid maupun di tempat-tempat tertentu dan juga pasti banyak kemacetan :) karena saya tadi habis jalan-jalan ke kota dan lewat Masjid Agung kediri, waduh macetnya bukan main dan sampai jalan dialihkan.

Walaupun tahun baru Islam tidak semarak tahun baru Masehi akan tetapi tidak sedikit juga orang Indonesia yang merayakannya. Mau tahu apa sih makna dari tahun baru Islam ? dan bagaimana Sejarahnya? hmmm... oke coba yoshiewafa simpulkan dan uraikan melewati sebuah tulisan ya!!!
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah

Sejarah dan Makna dari Tahun Baru Islam 1 Muharram


Tiap-tiap tanggal 1 Muharram golongan Muslim merayakan Th. Baru Hijriyah. Lazimnya, umat Islam mengadakan pengajian, tablig akbar, ceramah, juga "pawai obor " yang umumnya melibatkan anak-anak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), seperti di beritakan beragam media, bakal merayakan th. baru 1436 Hijriah ini dengan cara " akbar ", Minggu 26 Oktober 2014, di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Menurut Ketua Panitia Dr Isran Noor, perayaan ini bakal jadi tonggak persatuan umat. Umat Islam bakal tunjukkan jati dianya. " Aktivitas itu bakal jadi syi'ar agama Islam, " tuturnya.

Dikatakannya, peringatan Th. Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriah kesempatan ini mampu membawa kesadaran orang-orang pada arti sebenarnya, yang tidak terlepas momen hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

" Peringatan pada th. ini dapat diinginkan dapat merubah tingkah laku orang-orang ke arah yang tambah baik, " katanya.

Kalimat " merubah tingkah laku orang-orang ke arah yang tambah baik " pantas kita garisbawahi. Pasalnya, tersebut arti th. baru Islam yang sesungguhnya.

Tiap-tiap masuk th. baru Islam, golongan Muslim sebaiknya mempunyai semangat baru untuk membuat serta melakukan hidup ini dengan cara tambah baik.

Momen HIJRAH umat Islam dari Makkah ke Madinah bukanlah saja memiliki kandungan nilai histori serta kiat perjuangan, namun juga memiliki kandungan nilai-nilai serta pelajaran bernilai untuk perbaikan kehidupan umat dengan cara pribadi serta kejayaan golongan Muslim biasanya.

Jadi, seyogianya dalam memaknai th. baru Islam ini, kita menggali kembali hikmah yang terdapat dibalik momen pindah yang jadikan momentum awal perhitungan Th. Hijriyah.

Keutamaan dari Tahun Hijriyah


Th. hijriyah mulai diberlakukan pada saat Khalifah Umar bin Khattab. System penanggalan Islam itu tak mengambil nama 'Tahun Muhammad' atau 'Tahun Umar'. Berarti, tak memiliki kandungan unsur pemujaan seorang atau penonjolan personifikasi, tak seperti system penanggalan Th. Masehi yang di ambil dari gelar Nabi Isa, Al-Masih (Arab) atau Messiah (Ibrani).

Tak juga seperti system penanggalan Bangsa Jepang, Th. Samura, yang memiliki kandungan unsur pemujaan pada Amaterasu O Mi Kami (dewa matahari) yang diproklamasikan berlakunya untuk mengabadikan kaisar pertama yang dikira keturunan Dewa Matahari, yaitu Jimmu Tenno (naik tahta tanggal 11 pebruari 660 M yang jadikan awal perhitungan Th. Samura). Atau penangalan Th. Saka untuk suku Jawa yang datang dari Raja Aji Saka.

Menurut dongeng atau mitos, Aji Saka dipercaya juga sebagai raja keturunan dewa yang datang dari India untuk menetap di Tanah Jawa.

Penetapan nama Th. Hijriyah (al-Sanah al-Hijriyah) adalah kebijaksanaan Khalifah Umar bin Khattab.

Kalau Khalifah Umar berambisi untuk mengabadikan namanya dengan menamakan penanggalan itu dengan " Th. Umar " sangat gampang baginya lakukan itu. Umar tak mementingkan keharuman namanya atau membanggakan dianya juga sebagai pencetus inspirasi system penanggalaan Islam itu.

Umar jadi jadikan penanggalan itu juga sebagai masa baru pengembangan Islam, lantaran penanggalan itu memiliki kandungan arti spiritual serta nilai historis yang sangat tinggi harga nya untuk agama serta umat Islam.

Terkecuali Umar, orang yang berjasa dalam penanggalan Th. Hijriyah yaitu Ali bin Abi Thalib. Keponakan Rasulullah Saw inilah yang mencetuskan pemikiran supaya penanggalan Islam diawali penghitungannya dari momen pindah, waktu umat Islam meninggalkan Makkah menuju Yatsrib (Madinah).

Dalam buku Kebangkitan Islam dalam Kajian (1979), Sidi Gazalba, menulis :

''Dipandang dari pengetahuan kiat, pindah adalah taktik. Kiat yang akan diraih yaitu meningkatkan iman serta menjaga golongan mukminin.'' 

Tahap Awal dari Daulah Islamiyah


Pindah yaitu momentum perjalanan menuju Daulah Islamiyah yang membuat tatanan orang-orang Islam, yang dengan diawali eratnya hubungan solidaritas sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah) pada golongan Muhajirin serta golongan Anshar.

Hubungan ukhuwah yang membuat integrasi umat Islam yang sangatlah kokoh itu sudah membawa Islam meraih kejayaan serta meningkatkan sayapnya ke beragam penjuru bumi. Golongan Muhajirin-Anshar menunjukkan, ukhuwah Islamiyah dapat membawa umat Islam jaya serta disegani.

Dapat dipahami, bila umat Islam saat ini tak disegani musuh-musuhnya, jadi umat yang tertindas, dan jadi bahan permainan umat lain, diantaranya disebabkan hubungan ukhuwah Islamiyah yg tidak seerat golongan Mujahirin-Anshar.

Dari situlah kenapa rencana serta hikmah pindah butuh dikaji lagi serta diamalkan oleh umat Islam. Tiap-tiap perubahan saat, hari untuk hari sampai th. untuk th., umumnya menimbulkan harapan baru bakal situasi yang tambah baik.

Islam mengajarkan, hari-hari yang kita lewati sebaiknya senantiasa tambah baik dari hari-hari pada awal mulanya. Dengan kata lain, tiap-tiap Muslim dituntut untuk jadi tambah baik dari hari ke hari.

Allah SWT meningatkan dalam QS 59 : 18, ''Hendaklah tiap-tiap diri memerhatikan (lakukan introspeksi) perihal apa-apa yang sudah diperbuatnya untuk hadapi hari depan (alam akhirat). ''

Pada awal th. baru hijriyah ini, kita dapat membuat hidup supaya tambah baik dengan pindah, yaitu merubah tingkah laku jelek jadi baik, melakukan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.

''Muhajir yaitu orang yang meninggalkan semua larangan Allah, '' sabda Rasulullah. Kita ganti ketidakpedulian pada golongan lemah jadi sangatlah perduli dengan semangat zakat, infak, serta sedekah.

Diluar itu juga merubah permusuhan serta perseteruan jadi persaudaraan serta kerja sama, merubah gaya hidup malas-malasan jadi giat bekerja, merubah hidup pengangguran serta peminta-minta jadi pekerja mandiri, serta tak tergantung pada belas kasih orang lain.

Dengan kemampuan iman serta keeratan ukhuwah Islamiyah seperti golongan Muhajirin serta Anshar, umat Islam dapat kuat serta bahu-membahu memenangkan partai Allah (hizbullah) yang menegakkan syiar Islam berasaskan tauhid serta ukhuwah, bukanlah memenangkan partai setan (hizbusy syaithon) yang mengibarkan bendera kebatilan.

Sejarah dari Tahun Baru Islam: Kalender Hijriyah


Seperti dijelaskan diatas, sekurang-kurangnya ada dua nama utama dalam histori kalender Hijriyah, yaitu


  1. Umar bin Khathab juga sebagai pencetus inspirasi penetapan kalender Islam. 
  2. Ali bin Abi Thalib juga sebagai penggagas awal perhitungan th.

Dr. Hasan Ibrahim Hasan dalam Zu'amaul Islam (1953) menggambarkan :

" Disuatu hari Khalifah Umar bin Khathab memanggil dewan permusyawaratan untuk mengulas tentang system penanggalan. Ali bin Ali Thalib mengusulkan supaya penanggalan Islam diawali mulai sejak momen pindah ke Madinah juga sebagai momentum waktu ditinggalkannya bumi musyrik. Usul Ali lalu di terima sidang. Khalifah Umar terima ketentuan sidang serta mendekritkan berlakunya Th. Hijriyah. Momen pindah adalah momentum zaman baru pengembangan Islam, melandasi kedaulatan Islam dan tampilan integritas juga sebagai agama sepanjang zaman ".

Momentum Ukhuwah Islamiyah


Pernah nampak inspirasi, 1 Muharram diputuskan juga sebagai " Hari Santri Nasional ". Baiknya, tanggal hari santri nasional diputuskan berdasar pada histori pesantren di Indonesia, umpamanya pesantren pertama di Indonesia.

Bila 1 Muharram jadikan Hari Santri Nasional, jadi cakupannya bakal " menyempit " jadi cuma untuk kelompok santri atau dunia pesantren. Walau sebenarnya, 1 Muharram yaitu hari pertama Th. Baru Islam (Hijriyah) yang berlaku untuk seluruhnya golongan Muslim di semua dunia!

System Penanggalan Th. Hijriyah merefleksikan satu event perjuangan umat Islam untuk terus survive, yaitu dengan pindah dari Makkah ke Madinah.

Dimulainya penanggalan Th. Hijriyah dari waktu pindah, memberikan begitu kita mesti menghormati serta mengambil hikmah dari momen pindah yang disebut struggle for life (perjuangan untuk hidup), struggle for existence (perjuangan untuk jadi terkuat), seperti dikemukakan Sidi Gazalba dalam dalam Kebangkitan Islam dalam Kajian (1979).

Pindah yaitu momentum perjalanan menuju Daulah Islamiyah tempat tatanan orang-orang Islam terbentuk.

Pembangunan Daulah Islamiyah Madinah oleh Nabi Muhammad Saw dengan diawali :


  1. Pembangunan masjid (Masjid Quba) juga sebagai sentral kesibukan umat Islam. 
  2. Penguatan rasa persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah) pada kam Muhajirin serta golongan Anshar.
  3. Pengaturan Piagam Madinah juga sebagai " konstitusi " Negara Islam Madinah yang mengatur jalinan antar warga orang-orang Madinah, termasuk juga jalinan Umat Islam dengan golongan Yahudi (non-Muslim).


Golongan Muhajirin-Anshar sudah mebuktikan bahwa ukhuwah Islamiyah atau solidaritas Islam dapat membawa umat Islam jaya serta disegani musuh-musuhnya.

Daulah Islamiyah yang di bangun mereka di Madinah dengan tuntunan segera Nabi SAW sudah memberikan toleransi yang sangatlah tinggi pada umat lain yg tidak seiman.

Jadi, tiap-tiap perubahan Th. Hijriyah, sesungguhnya adalah momentum pengeratan solidaritas sesama Muslim.

Kita mesti menegakkan bahwa sesama mukmin itu saudara, seperti satu bangunan yang sama-sama memperkuat.

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara" (Qs Al-Hujarat 10).

"Orang Mukmin satu dengan yang lainnya seperti sebuah bangunan, satu sama lain saling menguatkan" HR. Bukhari dan Muslim].

"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim]. 

"Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam". [HR Bukhari, Muslim, Ahmad].

Semoga kita mengerti histori tahun baru Islam dengan benar, menyikapinya dengan benar, juga dapat menggali maknanya dengan benar juga sampai dapat menyebabkan semangat pindah dalam diri, menuju iman, pengetahuan, serta amal yang tambah baik. Amin ya Robbal Alamin.

Begitulah seperti yang yoshiewafa ambil dari Sumber : risalahislam Semoga bermanfaat :).
Advertisement.
Ahmad Wafa Aminudin
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah - written by Ahmad Wafa Aminudin , published at 8:39 AM, categorized as Lebaran
Comment disabled